Memaknai 24 Jam sebagai Ruang Kelas Pendidikan

Kun Karima-Kegiatan kumpul perdana pasca liburan Idul Fitri 1447 H, yang dilaksanakan pada tanggal 07 April 2026 bertempat di Aula Pondok Pesantren Kun Karima, menjadi momentum penting untuk kembali menata niat, semangat, dan arah perjuangan kita.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. KH. Soleh Rosyad selaku Pimpinan Pondok Pesantren Kun Karima menyampaikan bahwa kehidupan di pondok pesantren, meskipun sederhana, sesungguhnya merupakan bekal yang sangat berharga. Kesederhanaan itu justru menjadi kekuatan untuk memotivasi kita agar dalam melakukan setiap pekerjaan harus dengan kesungguhan dan penuh tanggung jawab.

Sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ:

“إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ إِذَا عَمِلَ أَحَدُكُمْ عَمَلًا أَنْ يُتْقِنَهُ”
“Innallāha yuḥibbu idzā ‘amila aḥadukum ‘amalan an yutqinah.”

Artinya:
“Sesungguhnya Allah mencintai apabila salah seorang di antara kalian melakukan suatu pekerjaan, ia melakukannya dengan itqan (sungguh-sungguh, profesional, dan sempurna).” Silsilah al-Aḥādīts aṣ-Ṣaḥīḥah, no. 1113.

Jika Allah mencintai, berarti Allah meridhai. Dan ketika Allah telah ridha, maka segala harapan, cita-cita, dan apa yang terlintas dalam hati serta pikiran kita akan dimudahkan dan dikabulkan oleh-Nya. Namun semua itu harus diawali dengan niat yang tulus, semata-mata mengharap ridha Allah, serta diiringi dengan peningkatan kesungguhan dalam berusaha.

Oleh karena itu, anak-anakku sekalian, jadikan semester ini sebagai semester yang lebih baik. Semester yang penuh peningkatan dibandingkan semester-semester sebelumnya. Jadikan hari ini lebih baik dari hari kemarin dalam belajar, dalam niat, dalam prestasi, dan dalam akhlak.

Barang siapa hari ini lebih baik dari kemarin, dengan tekad dan niat yang kuat, maka ia termasuk orang yang beruntung. Beruntung karena mendapatkan nilai tambah, beruntung karena memperoleh kebaikan-kebaikan, beruntung karena mendapatkan ridha Allah, serta beruntung karena dimudahkan dalam setiap urusannya.

Niat yang tulus akan melahirkan mujahadah (kesungguhan). Dan dari mujahadah itulah lahir keberkahan hidup.

Maka perlu kita tegaskan kembali: niatkan segala sesuatu karena Allah, tingkatkan kesungguhan, dan bertekadlah menjadi pribadi yang lebih baik dari masa lalu. Dengan demikian, kita termasuk golongan orang-orang yang beruntung, sebagaimana janji Allah bahwa Allah tidak akan pernah mengingkari janji-Nya.

Namun, semua itu tidak datang secara instan. Ada proses yang harus ditempuh, ada aturan (SOP) yang harus dijalankan, ada disiplin yang harus ditegakkan, serta komitmen dan istiqamah yang harus dijaga.

Dalam kehidupan sehari-hari di pondok, bangunlah lingkungan pertemanan yang baik. Jadikan teman-teman kita sebagai sahabat yang saling memotivasi dalam kebaikan. Jangan pernah memiliki musuh satu musuh terlalu banyak, sedangkan sejuta teman masih terasa kurang.

Kelak, dalam kehidupan, kita akan sangat membutuhkan banyak teman. Oleh karena itu, jangan pilih-pilih teman kecuali berdasarkan kebaikan. Berprasangkalah baik (husnuzan) kepada semua teman, karena mereka semua adalah pilihan terbaik yang telah diantarkan oleh orang tua dengan niat yang baik.

Semua yang ada di sini layak menjadi teman, layak menjadi sahabat, dan layak menjadi mitra dalam kebaikan. Sebagaimana pesan Kiai, di pondok ini seluruh aktivitas selama 24 jam harus mengandung nilai pendidikan. Dalam kegiatan belajar mengajar (KBM), harus ada nilai pendidikan.

Dalam ritme kehidupan sekolah, harus ada pendidikan. Dalam interaksi antara guru dan santri, harus ada pendidikan. Dalam jamaah, dalam kebersamaan, dalam organisasi pesantren semuanya harus bernilai pendidikan. Bahkan di asrama, dalam kehidupan sehari-hari selama 24 jam, harus dipastikan mengandung pendidikan.

Inilah dasar-dasar penting yang harus kita pahami bersama, agar setiap langkah kita di pondok pesantren benar-benar menjadi proses pembentukan ilmu, akhlak, dan masa depan yang lebih baik.(TIM Redaksi Kun Karima)

Bagikan Kegiatan Ini!

Facebook
WhatsApp
Email
X

Kegiatan Lainnya