Kategori: Kegiatan

  • Awali Semester Baru, Pondok Pesantren Kun Karima Gelar Kumpul Perdana

    Awali Semester Baru, Pondok Pesantren Kun Karima Gelar Kumpul Perdana

    Kun Karima — Pondok Pesantren Kun Karima menggelar kegiatan Kumpul Perdana Pasca Libur Semester Ganjil dan Apresiasi Santri Teladan Yang Pertama Tiba Ke Pondok, pada hari Sabtu, 10 Januari 2026, bertempat di Aula Pondok Pesantren Kun Karima. Kegiatan ini wajib diikuti oleh seluruh santri dan asatidz sebagai langkah awal mengawali kembali aktivitas kepesantrenan setelah masa libur semester.

    Kegiatan tersebut bertujuan untuk mengembalikan semangat dan motivasi santri dalam belajar, meningkatkan kembali komitmen dalam mengikuti seluruh kegiatan pondok, serta meneguhkan disiplin dan memperbaharui niat santri dalam Tholabul ‘Ilmi. Selain itu, dalam acara ini juga para santri yang pertama datang ke pondok diberikan apresiasi sebagai santri teladan, agar menjadi contoh untuk santri lainnya.

    Dalam suasana yang khidmat dan tertib, para santri mengikuti kegiatan dengan penuh perhatian. Mereka tampak fokus mendengarkan nasihat dari Bapak Pimpinan Pondok, bahkan mencatat poin-poin penting yang disampaikan sebagai bekal motivasi dalam menjalani kegiatan ke depan.

    Pada kesempatan tersebut, Bapak Pimpinan Pondok menyampaikan pesan yang sarat makna kepada seluruh santri,

    “Tidak ada kesuksesan tanpa perjuangan dan tidak ada perjuangan tanpa pengorbanan.”

    Pesan ini diharapkan mampu menjadi penyemangat dan pengingat bagi seluruh santri agar senantiasa bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu, menjaga adab, serta istiqamah dalam menjalani kehidupan pesantren.

    Melalui kegiatan ini, Pondok Pesantren Kun Karima berharap seluruh santri dapat memulai semester baru dengan semangat baru, niat yang lurus, serta tekad kuat untuk meraih keberkahan ilmu dan akhlak mulia.

     

    Tim Redaksi Pondok Pesantren Kun Karima

  • Pondok Pesantren Kun Karima Bekali Santri Akhir Kelas 6 Guna Mengarungi Kegiatan Amaliyah Tadris

    Pondok Pesantren Kun Karima Bekali Santri Akhir Kelas 6 Guna Mengarungi Kegiatan Amaliyah Tadris

    Pondok Pesantren Kun Karima menyelenggarakan kegiatan Pembekalan Amaliyah Tadris (Teaching Practice) bagi seluruh santri akhir kelas 6 sebagai persiapan sebelum pelaksanaan praktik mengajar. Kegiatan ini berlangsung selama empat hari, mulai 30 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026, bertempat di Aula Pondok Pesantren Kun Karima.

    Kegiatan pembekalan tersebut diikuti oleh seluruh santri akhir kelas 6 dengan pendampingan langsung dari Wakil Pimpinan Pondok Pesantren Kun Karima, Al-Ustadzah Ernawati Sulhatul Imamah, M.Pd., serta para musyrif selaku pembimbing dari masing-masing kelompok mata pelajaran. Selama kegiatan berlangsung, santri menunjukkan antusiasme dan kesungguhan sebagai bentuk kesiapan dalam mengemban amanah praktik mengajar.

    Pembekalan Amaliyah Tadris ini diselenggarakan dengan tujuan memberikan penguatan pemahaman metodologi pengajaran, kesiapan mental, kedisiplinan, serta tanggung jawab moral kepada santri. Melalui kegiatan ini, santri diharapkan mampu melaksanakan tugas mengajar secara sistematis, komunikatif, dan bertanggung jawab, sekaligus menjunjung tinggi nilai-nilai keilmuan dan akhlak kepesantrenan.

    Rangkaian kegiatan pembekalan disusun secara terstruktur. Kegiatan diawali dengan Al-Muhadhoroh Al-‘Aammah sebagai sarana penguatan mental dan keberanian tampil di hadapan publik. Selanjutnya, santri menerima pengarahan umum terkait teknis dan etika Amaliyah Tadris, dilanjutkan dengan pembekalan materi ajar serta praktik penyampaian pelajaran. Seluruh rangkaian ini dirancang untuk melatih kemampuan komunikasi, penguasaan kelas, serta ketepatan metode dalam menyampaikan materi pembelajaran.

    Dalam arahannya, Wakil Pimpinan Pondok Pesantren Kun Karima menegaskan bahwa Amaliyah Tadris bukan sekadar kewajiban akademik, melainkan bagian penting dari proses pembentukan karakter pendidik pesantren. Menurutnya, seorang santri yang mengajar tidak hanya dituntut menguasai materi, tetapi juga mampu menjadi teladan dalam sikap, adab, dan integritas.

    “Amaliyah Tadris adalah media pengabdian ilmu. Santri harus mengajar dengan niat ibadah, menjaga akhlak, serta bertanggung jawab atas ilmu yang disampaikan,” tegasnya.

    Melalui kegiatan pembekalan ini, Pondok Pesantren Kun Karima berharap santri akhir kelas 6 memiliki bekal yang matang, baik secara keilmuan, mental, maupun spiritual, sehingga mampu melaksanakan Amaliyah Tadris secara optimal. Lebih dari itu, santri diharapkan dapat tampil sebagai duta pesantren yang membawa nilai-nilai keislaman, keilmuan, dan keteladanan di tengah masyarakat.

     

    Tim Redaksi Pondok Pesantren Kun Karima

  • Dari Asrama ke Dunia: Mimpi-Mimpi Besar yang Dirajut di Pesantren

    Dari Asrama ke Dunia: Mimpi-Mimpi Besar yang Dirajut di Pesantren

    Dinding asrama mungkin terbuat dari tembok sederhana, namun mimpi-mimpi yang tumbuh di dalamnya mampu menembus batas dunia. Di pesantren, kamar berukuran tiga kali empat yang diisi delapan orang bukan sekadar tempat tidur bergantian, tapi ruang berkumpulnya harapan. Di sanalah para santri menulis masa depan mereka—dengan pena murahan, semangat yang mahal, dan sesekali bercanda soal dunia yang belum mereka datangi.

    Setiap malam di asrama adalah lembaran dari kitab kehidupan. Di sela-sela suara nyamuk dan desahan kipas angin yang sudah miring, para santri merajut mimpi. Ada yang ingin kuliah ke Timur Tengah, ada yang membayangkan jadi dai internasional, ada pula yang diam-diam ingin punya podcast bertema fiqih cinta. Semuanya sah, semuanya boleh. Karena di pesantren, tak ada yang membatasi mimpi, kecuali waktu tidur yang dibatasi pukul 10 malam.

    Mimpi itu tumbuh bersamaan dengan hafalan yang susah masuk dan alarm subuh yang susah bangun. Tapi justru di tengah kesulitan itulah ketangguhan terbentuk. Santri tidak dimanjakan kenyamanan, tapi disiapkan untuk ketangguhan. Karena hidup ini, kata ustadz, tidak selalu seperti jadwal piket yang bisa ditukar, tapi lebih sering seperti jam pelajaran nahwu—susah di awal, manis di akhir (kalau lulus).

    Tak jarang, mimpi-mimpi itu dipoles lewat diskusi malam hari, diiringi suara sendal seret dan bunyi angin syahdu. Tema obrolan bisa lompat dari wacana khilafah ke harga gorengan di kantin pesantren. Tapi percayalah, di tengah gurauan dan gelak tawa itu, mereka sedang belajar berpikir, bercita-cita, dan bermimpi—hal yang jarang dimiliki generasi rebahan.

    Asrama bukan batas, tapi titik awal. Ia seperti rahim kedua bagi para pemimpi—tempat bertumbuh sebelum dilahirkan ke tengah-tengah masyarakat. Di pesantren, santri belajar bukan hanya ilmu, tapi juga disiplin, hidup bareng, sabar menunggu kiriman bulanan, dan rela tidur sebelah teman yang mendengkur seperti gergaji. Semua itu adalah kurikulum kehidupan yang tak tertulis di silabus manapun.

    Maka tak heran jika dari asrama yang sempit itu, lahir mereka yang pikirannya luas. Santri yang dulu berebut ember, kini berebut kesempatan untuk mengabdi. Yang dulu mengantri mandi, sekarang mengantri panggung dakwah. Yang dulu hanya mengenal nama-nama teman sekamar, kini dikenal masyarakat sebagai penyambung lidah umat.

    Dari asrama ke dunia, santri tahu bahwa jalan menuju cita-cita tak selalu lapang. Tapi mereka telah dilatih untuk kuat, bukan manja. Karena di pesantren, mimpi bukan sekadar angan, tapi amal yang terus dirajut dengan doa dan kerja. Dan pada akhirnya, dunia memang terlalu sempit untuk membatasi mimpi-mimpi yang lahir dari tempat sekecil asrama.

    Wallahu a‘lam, sambil lipat sarung.

  • UAS Kelas 6 Angkatan El-Nashr

    UAS Kelas 6 Angkatan El-Nashr

    What is Lorem Ipsum?

    Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the industry’s standard dummy text ever since the 1500s, when an unknown printer took a galley of type and scrambled it to make a type specimen book. It has survived not only five centuries, but also the leap into electronic typesetting, remaining essentially unchanged. It was popularised in the 1960s with the release of Letraset sheets containing Lorem Ipsum passages, and more recently with desktop publishing software like Aldus PageMaker including versions of Lorem Ipsum.

    Why do we use it?

    It is a long established fact that a reader will be distracted by the readable content of a page when looking at its layout. The point of using Lorem Ipsum is that it has a more-or-less normal distribution of letters, as opposed to using ‘Content here, content here’, making it look like readable English. Many desktop publishing packages and web page editors now use Lorem Ipsum as their default model text, and a search for ‘lorem ipsum’ will uncover many web sites still in their infancy. Various versions have evolved over the years, sometimes by accident, sometimes on purpose (injected humour and the like).

    Where does it come from?

    Contrary to popular belief, Lorem Ipsum is not simply random text. It has roots in a piece of classical Latin literature from 45 BC, making it over 2000 years old. Richard McClintock, a Latin professor at Hampden-Sydney College in Virginia, looked up one of the more obscure Latin words, consectetur, from a Lorem Ipsum passage, and going through the cites of the word in classical literature, discovered the undoubtable source. Lorem Ipsum comes from sections 1.10.32 and 1.10.33 of “de Finibus Bonorum et Malorum” (The Extremes of Good and Evil) by Cicero, written in 45 BC. This book is a treatise on the theory of ethics, very popular during the Renaissance. The first line of Lorem Ipsum, “Lorem ipsum dolor sit amet..”, comes from a line in section 1.10.32.

    The standard chunk of Lorem Ipsum used since the 1500s is reproduced below for those interested. Sections 1.10.32 and 1.10.33 from “de Finibus Bonorum et Malorum” by Cicero are also reproduced in their exact original form, accompanied by English versions from the 1914 translation by H. Rackham.

    Where can I get some?

    There are many variations of passages of Lorem Ipsum available, but the majority have suffered alteration in some form, by injected humour, or randomised words which don’t look even slightly believable. If you are going to use a passage of Lorem Ipsum, you need to be sure there isn’t anything embarrassing hidden in the middle of

  • Praktikum Tajhizul Mayyit Santri Kelas Akhir

    Praktikum Tajhizul Mayyit Santri Kelas Akhir

    What is Lorem Ipsum?

    Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the industry’s standard dummy text ever since the 1500s, when an unknown printer took a galley of type and scrambled it to make a type specimen book. It has survived not only five centuries, but also the leap into electronic typesetting, remaining essentially unchanged. It was popularised in the 1960s with the release of Letraset sheets containing Lorem Ipsum passages, and more recently with desktop publishing software like Aldus PageMaker including versions of Lorem Ipsum.

    Why do we use it?

    It is a long established fact that a reader will be distracted by the readable content of a page when looking at its layout. The point of using Lorem Ipsum is that it has a more-or-less normal distribution of letters, as opposed to using ‘Content here, content here’, making it look like readable English. Many desktop publishing packages and web page editors now use Lorem Ipsum as their default model text, and a search for ‘lorem ipsum’ will uncover many web sites still in their infancy. Various versions have evolved over the years, sometimes by accident, sometimes on purpose (injected humour and the like).

    Where does it come from?

    Contrary to popular belief, Lorem Ipsum is not simply random text. It has roots in a piece of classical Latin literature from 45 BC, making it over 2000 years old. Richard McClintock, a Latin professor at Hampden-Sydney College in Virginia, looked up one of the more obscure Latin words, consectetur, from a Lorem Ipsum passage, and going through the cites of the word in classical literature, discovered the undoubtable source. Lorem Ipsum comes from sections 1.10.32 and 1.10.33 of “de Finibus Bonorum et Malorum” (The Extremes of Good and Evil) by Cicero, written in 45 BC. This book is a treatise on the theory of ethics, very popular during the Renaissance. The first line of Lorem Ipsum, “Lorem ipsum dolor sit amet..”, comes from a line in section 1.10.32.

    The standard chunk of Lorem Ipsum used since the 1500s is reproduced below for those interested. Sections 1.10.32 and 1.10.33 from “de Finibus Bonorum et Malorum” by Cicero are also reproduced in their exact original form, accompanied by English versions from the 1914 translation by H. Rackham.

    Where can I get some?

    There are many variations of passages of Lorem Ipsum available, but the majority have suffered alteration in some form, by injected humour, or randomised words which don’t look even slightly believable. If you are going to use a passage of Lorem Ipsum, you need to be sure there isn’t anything embarrassing hidden in the middle of