Pondok Pesantren Kun Karima Bekali Santri Akhir Kelas 6 Guna Mengarungi Kegiatan Amaliyah Tadris

Pondok Pesantren Kun Karima menyelenggarakan kegiatan Pembekalan Amaliyah Tadris (Teaching Practice) bagi seluruh santri akhir kelas 6 sebagai persiapan sebelum pelaksanaan praktik mengajar. Kegiatan ini berlangsung selama empat hari, mulai 30 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026, bertempat di Aula Pondok Pesantren Kun Karima.

Kegiatan pembekalan tersebut diikuti oleh seluruh santri akhir kelas 6 dengan pendampingan langsung dari Wakil Pimpinan Pondok Pesantren Kun Karima, Al-Ustadzah Ernawati Sulhatul Imamah, M.Pd., serta para musyrif selaku pembimbing dari masing-masing kelompok mata pelajaran. Selama kegiatan berlangsung, santri menunjukkan antusiasme dan kesungguhan sebagai bentuk kesiapan dalam mengemban amanah praktik mengajar.

Pembekalan Amaliyah Tadris ini diselenggarakan dengan tujuan memberikan penguatan pemahaman metodologi pengajaran, kesiapan mental, kedisiplinan, serta tanggung jawab moral kepada santri. Melalui kegiatan ini, santri diharapkan mampu melaksanakan tugas mengajar secara sistematis, komunikatif, dan bertanggung jawab, sekaligus menjunjung tinggi nilai-nilai keilmuan dan akhlak kepesantrenan.

Rangkaian kegiatan pembekalan disusun secara terstruktur. Kegiatan diawali dengan Al-Muhadhoroh Al-‘Aammah sebagai sarana penguatan mental dan keberanian tampil di hadapan publik. Selanjutnya, santri menerima pengarahan umum terkait teknis dan etika Amaliyah Tadris, dilanjutkan dengan pembekalan materi ajar serta praktik penyampaian pelajaran. Seluruh rangkaian ini dirancang untuk melatih kemampuan komunikasi, penguasaan kelas, serta ketepatan metode dalam menyampaikan materi pembelajaran.

Dalam arahannya, Wakil Pimpinan Pondok Pesantren Kun Karima menegaskan bahwa Amaliyah Tadris bukan sekadar kewajiban akademik, melainkan bagian penting dari proses pembentukan karakter pendidik pesantren. Menurutnya, seorang santri yang mengajar tidak hanya dituntut menguasai materi, tetapi juga mampu menjadi teladan dalam sikap, adab, dan integritas.

“Amaliyah Tadris adalah media pengabdian ilmu. Santri harus mengajar dengan niat ibadah, menjaga akhlak, serta bertanggung jawab atas ilmu yang disampaikan,” tegasnya.

Melalui kegiatan pembekalan ini, Pondok Pesantren Kun Karima berharap santri akhir kelas 6 memiliki bekal yang matang, baik secara keilmuan, mental, maupun spiritual, sehingga mampu melaksanakan Amaliyah Tadris secara optimal. Lebih dari itu, santri diharapkan dapat tampil sebagai duta pesantren yang membawa nilai-nilai keislaman, keilmuan, dan keteladanan di tengah masyarakat.

 

Tim Redaksi Pondok Pesantren Kun Karima

Bagikan Kegiatan Ini!

Facebook
WhatsApp
Email
X

Kegiatan Lainnya