Kategori: News

  • Dari Santri, Surat Cinta untuk Negeri

    Dari Santri, Surat Cinta untuk Negeri

    Wahai Negeri tercinta, Indonesia.

    Engkau adalah anugerah dari Allah, tanah yang subur, laut yang luas, dan budaya yang kaya. Engkau bukan sekadar batas geografis, melainkan rumah besar bagi seluruh anak bangsa. Di bumi pertiwi inilah kami tumbuh, belajar, dan bermimpi. Engkau berdiri kokoh karena doa para ulama, perjuangan para pahlawan, dan pengorbanan jutaan jiwa yang mewariskan kata merdeka.

    Namun kini, di era globalisasi dan digitalisasi, tantanganmu semakin kompleks. Bukan lagi penjajahan fisik yang di hadapi melainkan penjajahan pemikiran, budaya, dan moral. Generasi muda diuji dengan derasnya arus teknologi, budaya instan, serta krisis karakter yang mengikis nilai-nilai luhur bangsa. Hoaks, intoleransi, degradasi moral, dan kesenjangan pendidikan adalah masalah yang harus kita jawab bersama.

    Wahai negeri, jangan pernah merasa sendiri. Kami, para santri, hadir sebagai bagian dari generasi muda yang siap menjadi penjaga sekaligus penerusmu. Di pesantren, kami belajar bukan hanya membaca kitab kuning, tetapi juga membaca realitas zaman. Kami ditempa dengan nilai ikhlas, disiplin, kesederhanaan, dan kepedulian sosial, yang menjadi bekal untuk terjun ke masyarakat.

    Surat ini adalah bukti cinta kami kepadamu. Cinta yang tidak berhenti pada slogan, tetapi diwujudkan dalam ilmu, akhlak, dan karya nyata. Kami yakin, pendidikan adalah kunci untuk membangun peradaban. Dengan ilmu, bangsa akan maju; dengan akhlak, bangsa akan bermartabat; dengan karya, bangsa akan dikenal dunia.

    Wahai negeri, cinta kami adalah cinta yang mendidik. Kami ingin menjadi santri yang tidak hanya pandai berdoa, tetapi juga cakap berinovasi. Tidak hanya menghafal ilmu, tetapi juga mengamalkannya. Tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga menyesuaikan diri dengan tantangan modern. Karena kami percaya, bangsa yang kuat adalah bangsa yang mampu menyelaraskan.

    Wahai negeri, kami tahu perjalananmu tidak mudah. Akan ada krisis, cobaan, bahkan perpecahan yang mencoba melemahkanmu. Tetapi selama masih ada santri yang istiqamah dalam doa, semangat dalam belajar, dan tulus dalam berjuang, engkau akan selalu memiliki masa depan.

    Surat ini adalah janji kami, wahai negeri: Bahwa Indonesia akan selalu kami cintai, kami jaga, dan kami bangun dengan seluruh tenaga, pikiran, dan doa. Karena bagi kami, mencintaimu bagian dari iman, dan mengabdi kepadamu adalah wujud syukur kepada Allah. Dengan cinta, ilmu, dan peradaban, kami yakin engkau akan menjadi bangsa yang adil, makmur, berdaulat, dan penuh berkah.

    Doa Kami untuk Negeri Tercinta:

    اللَّهُمَّ احْفَظْ بِلَادَنَا إِنْدُونِيسِيَا مِنْ كُلِّ شَرٍّ وَفِتْنَةٍ وَتَفَرُّقٍ،
    وَاجْعَلْهَا بَلَدًا آمِنًا مُطْمَئِنًّا سَخَاءً رَخَاءً سَعِيدًا،
    اللَّهُمَّ وَفِّقْ وُلَاةَ أُمُوْرِنَا لِلْعَدْلِ وَالْحِكْمَةِ وَالأَمَانَةِ،
    وَبَارِكْ فِيْ أَرْضِنَا وَبِحَارِنَا وَخَيْرَاتِنَا،
    وَاجْعَلْ أَبْنَاءَنَا وَشَبَابَنَا وَخُصُوْصًا طُلَّابَ الْعِلْمِ وَالْخُرُوْجَ مِنَ الْمَعَاهِدِ وَالْمَدَارِسِ وَالْمَعَاهِدِ الدِّيْنِيَّةِ،
    قُدْوَةً صَالِحَةً فِي الْعِلْمِ وَالْعَمَلِ وَالدَّعْوَةِ إِلَى الْخَيْرِ.

    اللَّهُمَّ اجْعَلْ إِنْدُونِيسِيَا بَلْدَةً طَيِّبَةً وَرَبٌّ غَفُوْرٌ.

     

    Ya Allah, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang,

    Jagalah negeri kami Indonesia dari segala keburukan, fitnah, dan perpecahan. Jadikanlah negeri yang aman, tenteram, sejahtera, dan penuh kebahagiaan.

    Ya Allah, bimbinglah para pemimpin kami agar berlaku adil, bijaksana, dan amanah. Berkahilah tanah kami, lautan kami, dan segala sumber daya kami.

    Jadikanlah generasi muda, khususnya para santri dan penuntut ilmu, sebagai teladan yang baik dalam ilmu, amal, dan dakwah menuju kebaikan. Ya Allah, jadikan Indonesia negeri yang Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghafur negeri yang damai, adil, makmur, dan dalam naungan ampunan-Mu. (Tim Redaksi)

  • Kembali ke Pesantren, Menjemput Masa Depan

    Kembali ke Pesantren, Menjemput Masa Depan

    Selamat kembali berjuang, wahai para santri.

    Hari ini langkah kalian kembali menuju pesantren. Bukan tanpa rasa, ada rindu yang tertinggal di rumah, ada pelukan yang harus dilepaskan, dan ada air mata yang mungkin diam-diam jatuh di perjalanan.

    Namun di balik itu semua, tersimpan niat yang begitu mulia. Kalian pergi bukan sekadar untuk belajar, tetapi untuk menjemput masa depan, memperbaiki diri, dan menggapai ridha Allah.

    Pesantren akan kembali menjadi saksi perjalanan kalian. Di sanalah kalian belajar bertahan dalam rindu, bersabar dalam lelah, dan tetap tersenyum meski hati ingin pulang. Tidak selalu mudah, bahkan sering terasa berat. Namun justru dari situlah kalian akan tumbuh menjadi pribadi yang kuat.

    Setiap langkah yang terasa berat, Allah hitung sebagai ibadah.

    Setiap rindu yang kalian simpan, menjadi doa yang diam-diam menguatkan.

    Dan setiap waktu yang kalian habiskan di pesantren, akan menjadi bekal berharga untuk kehidupan yang lebih baik.

    Untuk para orang tua, terima kasih atas keikhlasan yang begitu dalam. Melepas anak kembali ke pesantren bukan perkara mudah, tetapi di situlah cinta diuji merelakan demi kebaikan masa depan mereka.

    Wahai para santri, jika hari ini terasa berat, itu wajar. Menangislah jika perlu, namun jangan berhenti melangkah. Kuatkan niat, karena kalian sedang berjalan di jalan yang mulia, jalan para pencari ilmu.

    Selamat kembali ke pesantren. Semoga Allah menjaga setiap langkah kalian, menenangkan hati yang rindu, dan memberkahi setiap perjuangan. (Tim Redaksi)

  • Peringatan Nuzulul Qur’an di Pandeglang, Dr. KH. Soleh Rosyad Serukan Persatuan Umat

    Peringatan Nuzulul Qur’an di Pandeglang, Dr. KH. Soleh Rosyad Serukan Persatuan Umat

    PandeglangPemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang menggelar peringatan Nuzulul Qur’an 1447 Hijriah/2026 Masehi di Gedung Pendopo Bupati Pandeglang, Jumat (6/3/2026).

    Peringatan Nuzulul Qur’an tingkat Kabupaten Pandeglang tersebut diisi dengan berbagai rangkaian kegiatan, di antaranya pemberian santunan kepada anak-anak yatim piatu serta buka puasa bersama para ulama, tokoh masyarakat, dan jajaran pemerintah daerah.

    Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial terhadap sesama, khususnya kepada anak-anak yatim dan masyarakat yang membutuhkan.

    Acara ini juga diisi dengan tausiah agama yang disampaikan oleh Dr. KH. Soleh Rosyad selaku Ketua Presidium Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) Provinsi Banten. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Gubernur Banten Dimyati Natakusumah, Ketua BKOW Banten Irna Narulita, Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani bersama Wakil Bupati Pandeglang Iing Andri Supriadi, jajaran Forkopimda Provinsi Banten dan Kabupaten Pandeglang, para ulama dan tokoh agama, para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pandeglang, serta masyarakat.

    Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani mengatakan, Nuzulul Qur’an merupakan sebuah peristiwa yang mengubah arah sejarah manusia, yakni turunnya Al-Qur’an.“Al-Qur’an diturunkan bukan hanya untuk dibaca saja, akan tetapi menjadi pedoman hidup kita untuk dipedomani dan diamalkan agar selamat dunia dan akhirat,”

    Bupati Dewi menjelaskan, sebagai pemimpin, orang tua, aparatur, maupun masyarakat semuanya memikul amanah. Amanah tersebut akan terasa ringan jika ditopang dengan nilai-nilai Al-Qur’an. “Karena dalam Al-Qur’an terdapat semua aturan kehidupan,” katanya.

    Wakil Gubernur Banten Dimyati Natakusumah menambahkan bahwa peringatan Nuzulul Qur’an merupakan momentum penting bagi umat Islam untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT. “Serta memperkuat nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” katanya dalam acara buka puasa bersama ulama.

    Dalam tausiahnya, Dr. KH. Soleh Rosyad, menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan umat. Beliau mengingatkan agar umat Islam tidak mudah terpecah belah oleh perbedaan kepentingan, pandangan, maupun golongan. Sebaliknya, umat Islam harus senantiasa memperkuat ukhuwah dan kebersamaan dengan berpegang teguh pada ajaran Allah Swt.

    Beliau menjelaskan bahwa kunci utama menjaga persatuan adalah dengan berpegang teguh pada tiga hal pokok. Pertama, berpegang teguh pada ajaran Islam sebagai pedoman hidup yang mengatur hubungan manusia dengan Allah, sesama manusia, dan alam semesta. Kedua, berpegang teguh kepada Al-Qur’an sebagai sumber utama petunjuk kehidupan yang membimbing manusia menuju jalan yang benar. Ketiga, memperkuat keimanan dengan kalimat tauhid “Lā ilāha illallāh Muhammadur Rasūlullāh”, yang menjadi dasar keyakinan dan pemersatu umat Islam.

    Menurut beliau, apabila umat Islam menjadikan tiga hal tersebut sebagai pegangan dalam kehidupan sehari-hari, maka persatuan dan kekuatan umat akan terjaga. Perbedaan yang ada tidak akan menjadi sumber perpecahan, melainkan menjadi kekayaan yang memperkuat kebersamaan dalam bingkai persaudaraan Islam (ukhuwah islamiyah). Oleh karena itu, beliau mengajak seluruh umat untuk terus menjaga kebersamaan, mempererat silaturahmi, serta menjadikan nilai-nilai Islam sebagai landasan dalam membangun kehidupan yang damai, rukun, dan penuh keberkahan. (Tim Redaksi Pondok Pesantren Kun Karima)

  • Perkuat Silaturahmi Kebangsaan, FSPP Banten Hadiri Buka Puasa Bersama Ketua MPR RI dan Kepala BIN RI

    Perkuat Silaturahmi Kebangsaan, FSPP Banten Hadiri Buka Puasa Bersama Ketua MPR RI dan Kepala BIN RI

    Jakarta– Ketua Presidium FSPP Banten, Dr. KH. Soleh, M.M., menghadiri undangan buka puasa bersama di rumah dinas Ketua MPR RI, Senin (24/02/26). Kegiatan tersebut digelar dalam suasana hangat dan penuh keakraban sebagai ajang silaturahmi antara ulama dan para pejabat negara.

    Pondok Pesantren Kun Karima, Pimpinan Pondok Pesantren Kun Karima

    Acara ini dihadiri langsung oleh Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, serta Kepala BIN RI, Muhammad Herindra. Sejumlah kiai dan pimpinan pondok pesantren dari berbagai daerah, turut hadir bersama perwakilan organisasi dan elemen masyarakat lainnya.

    Buka puasa bersama tersebut bertujuan mempererat hubungan antara ulama dan umara dalam rangka memperkuat sinergi kebangsaan. Dalam sambutannya, Ahmad Muzani menyampaikan bahwa momentum Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat silaturahmi dan kebersamaan.

    “Momen yang baik di bulan baik saya silaturahmi dan buka bersama dengan para pimpinan pondok pesantren se-Jawa Tengah dan Jawa Timur serta para kyai sepuh. Alhamdulillah silaturahmi berjalan lancar dan penuh kebersamaan,” ujar Ahmad Muzani.

    Dalam kesempatan itu, ia juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara ulama dan pemerintah dalam menghadapi berbagai tantangan bangsa, mulai dari persoalan sosial, dinamika politik, hingga perubahan global. Menurutnya, ulama memiliki peran strategis dalam menjaga nilai dan moral bangsa, sementara pemerintah bertanggung jawab dalam aspek kebijakan dan tata kelola negara.

    Selain itu, diskusi yang berkembang turut menyinggung visi Indonesia menuju Indonesia Emas 2045. Sinergi yang kuat antara pemangku kepentingan dinilai menjadi kunci dalam membangun ketahanan ideologis, stabilitas nasional, serta menyiapkan generasi unggul yang berkarakter.

    Pondok Pesantren Kun Karima, Pimpinan Pondok Pesantren Kun Karima

    “Untuk itu saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh pimpinan pondok pesantren dan para kyai yang sudah hadir sore ini. Insya Allah perjuangan kita untuk Indonesia lebih baik akan membuahkan hasil untuk masyarakat,” pungkasnya.

    Pondok Pesantren Kun Karima, Pimpinan Pondok Pesantren Kun Karima

    Sementara itu, Ketua Presidium FSPP Banten, Dr. KH. Soleh, M.M., menyampaikan bahwa kegiatan buka puasa bersama ini menjadi momentum konsolidasi nilai dan komitmen kebangsaan. Ia berharap silaturahmi tersebut dapat memperkuat persatuan serta kerja sama dalam menyongsong Indonesia 2045 dengan fondasi moral dan visi kenegaraan yang kokoh.

    (Sumber: FSPP Provinsi Banten)

  • Awali Semester Baru, Pondok Pesantren Kun Karima Gelar Kumpul Perdana

    Awali Semester Baru, Pondok Pesantren Kun Karima Gelar Kumpul Perdana

    Kun Karima — Pondok Pesantren Kun Karima menggelar kegiatan Kumpul Perdana Pasca Libur Semester Ganjil dan Apresiasi Santri Teladan Yang Pertama Tiba Ke Pondok, pada hari Sabtu, 10 Januari 2026, bertempat di Aula Pondok Pesantren Kun Karima. Kegiatan ini wajib diikuti oleh seluruh santri dan asatidz sebagai langkah awal mengawali kembali aktivitas kepesantrenan setelah masa libur semester.

    Kegiatan tersebut bertujuan untuk mengembalikan semangat dan motivasi santri dalam belajar, meningkatkan kembali komitmen dalam mengikuti seluruh kegiatan pondok, serta meneguhkan disiplin dan memperbaharui niat santri dalam Tholabul ‘Ilmi. Selain itu, dalam acara ini juga para santri yang pertama datang ke pondok diberikan apresiasi sebagai santri teladan, agar menjadi contoh untuk santri lainnya.

    Dalam suasana yang khidmat dan tertib, para santri mengikuti kegiatan dengan penuh perhatian. Mereka tampak fokus mendengarkan nasihat dari Bapak Pimpinan Pondok, bahkan mencatat poin-poin penting yang disampaikan sebagai bekal motivasi dalam menjalani kegiatan ke depan.

    Pada kesempatan tersebut, Bapak Pimpinan Pondok menyampaikan pesan yang sarat makna kepada seluruh santri,

    “Tidak ada kesuksesan tanpa perjuangan dan tidak ada perjuangan tanpa pengorbanan.”

    Pesan ini diharapkan mampu menjadi penyemangat dan pengingat bagi seluruh santri agar senantiasa bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu, menjaga adab, serta istiqamah dalam menjalani kehidupan pesantren.

    Melalui kegiatan ini, Pondok Pesantren Kun Karima berharap seluruh santri dapat memulai semester baru dengan semangat baru, niat yang lurus, serta tekad kuat untuk meraih keberkahan ilmu dan akhlak mulia.

     

    Tim Redaksi Pondok Pesantren Kun Karima

  • Pondok Pesantren Kun Karima Bekali Santri Akhir Kelas 6 Guna Mengarungi Kegiatan Amaliyah Tadris

    Pondok Pesantren Kun Karima Bekali Santri Akhir Kelas 6 Guna Mengarungi Kegiatan Amaliyah Tadris

    Pondok Pesantren Kun Karima menyelenggarakan kegiatan Pembekalan Amaliyah Tadris (Teaching Practice) bagi seluruh santri akhir kelas 6 sebagai persiapan sebelum pelaksanaan praktik mengajar. Kegiatan ini berlangsung selama empat hari, mulai 30 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026, bertempat di Aula Pondok Pesantren Kun Karima.

    Kegiatan pembekalan tersebut diikuti oleh seluruh santri akhir kelas 6 dengan pendampingan langsung dari Wakil Pimpinan Pondok Pesantren Kun Karima, Al-Ustadzah Ernawati Sulhatul Imamah, M.Pd., serta para musyrif selaku pembimbing dari masing-masing kelompok mata pelajaran. Selama kegiatan berlangsung, santri menunjukkan antusiasme dan kesungguhan sebagai bentuk kesiapan dalam mengemban amanah praktik mengajar.

    Pembekalan Amaliyah Tadris ini diselenggarakan dengan tujuan memberikan penguatan pemahaman metodologi pengajaran, kesiapan mental, kedisiplinan, serta tanggung jawab moral kepada santri. Melalui kegiatan ini, santri diharapkan mampu melaksanakan tugas mengajar secara sistematis, komunikatif, dan bertanggung jawab, sekaligus menjunjung tinggi nilai-nilai keilmuan dan akhlak kepesantrenan.

    Rangkaian kegiatan pembekalan disusun secara terstruktur. Kegiatan diawali dengan Al-Muhadhoroh Al-‘Aammah sebagai sarana penguatan mental dan keberanian tampil di hadapan publik. Selanjutnya, santri menerima pengarahan umum terkait teknis dan etika Amaliyah Tadris, dilanjutkan dengan pembekalan materi ajar serta praktik penyampaian pelajaran. Seluruh rangkaian ini dirancang untuk melatih kemampuan komunikasi, penguasaan kelas, serta ketepatan metode dalam menyampaikan materi pembelajaran.

    Dalam arahannya, Wakil Pimpinan Pondok Pesantren Kun Karima menegaskan bahwa Amaliyah Tadris bukan sekadar kewajiban akademik, melainkan bagian penting dari proses pembentukan karakter pendidik pesantren. Menurutnya, seorang santri yang mengajar tidak hanya dituntut menguasai materi, tetapi juga mampu menjadi teladan dalam sikap, adab, dan integritas.

    “Amaliyah Tadris adalah media pengabdian ilmu. Santri harus mengajar dengan niat ibadah, menjaga akhlak, serta bertanggung jawab atas ilmu yang disampaikan,” tegasnya.

    Melalui kegiatan pembekalan ini, Pondok Pesantren Kun Karima berharap santri akhir kelas 6 memiliki bekal yang matang, baik secara keilmuan, mental, maupun spiritual, sehingga mampu melaksanakan Amaliyah Tadris secara optimal. Lebih dari itu, santri diharapkan dapat tampil sebagai duta pesantren yang membawa nilai-nilai keislaman, keilmuan, dan keteladanan di tengah masyarakat.

     

    Tim Redaksi Pondok Pesantren Kun Karima

  • IKPM Banten Tampil Solid di 100 Tahun Gontor: Dr. KH Soleh Rosyad Dampingi Kontingen Banten dalam Ajang Persaudaraan dan Silaturahmi

    IKPM Banten Tampil Solid di 100 Tahun Gontor: Dr. KH Soleh Rosyad Dampingi Kontingen Banten dalam Ajang Persaudaraan dan Silaturahmi

    Ponorogo, 26 Oktober 2025 — Dalam rangka memperingati 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, kegiatan akbar  “Turnamen Olahraga Antar PC IKPM Se-Dunia” digelar dengan meriah di Kampus Pusat Gontor, Ponorogo, pada tanggal 23–26 Oktober 2025.

    Turut hadir dalam momentum bersejarah ini, Dr. KH Soleh Rosyad, S.Ag., M.M, Pimpinan Pondok Pesantren Kun Karima Pandeglang sekaligus Ketua Umum IKPM Gontor Wilayah Banten, yang turut mendampingi kontingen IKPM Banten dalam ajang olahraga dan persahabatan antaralumni.

    IKPM Banten Tampil Solid di Tiga Cabang Olahraga

    Dalam perhelatan tersebut, kontingen IKPM Banten ikut serta dalam tiga cabang olahraga, yakni sepak bola, futsal, dan basket.
    Kekompakan dan semangat ukhuwah islamiyah menjadi kekuatan utama tim IKPM Banten selama pertandingan berlangsung.

    Menariknya, IKPM Banten berhasil melaju hingga babak final cabang sepak bola, menghadapi IKPM Surabaya dalam laga yang berlangsung sengit.
    Pertandingan berakhir dengan skor 1–1 pada waktu normal, dan dilanjutkan dengan adu penalti yang akhirnya dimenangkan oleh IKPM Surabaya dengan skor 4–3.

    Meski belum berhasil membawa pulang gelar juara, semangat sportivitas dan kebersamaan tetap menjadi sorotan utama dari perjuangan tim Banten.

    Pesan Ketum IKPM Banten: “Bahagia Menjadi Bagian dari Sejarah 100 Tahun Gontor”

    Usai pertandingan final, Dr. KH Soleh Rosyad, S.Ag., M.M menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya kepada seluruh anggota kontingen IKPM Banten yang telah berjuang dengan penuh semangat dan menjunjung nilai sportivitas.

    “Bagi kami menang dan kalah adalah hal biasa. Tapi kami, IKPM Banten, bahagia karena sudah merupakan bagian dari sejarah 100 tahun Gontor,”
    ujar Dr. KH Soleh Rosyad dengan penuh haru dan rasa syukur.

    Beliau menambahkan, kemenangan sejati bukan hanya di lapangan, tetapi pada rasa persaudaraan dan semangat perjuangan yang terus menyala di dada para alumni Gontor di seluruh penjuru negeri.

    Silaturahmi dan Ziarah: Menguatkan Spirit Gontor

    Selain mendampingi kontingen, KH Soleh Rosyad juga menjalani rangkaian kegiatan silaturahmi kepada para pimpinan Gontor.
    Dalam kunjungan tersebut, beliau bersilaturahmi kepada KH Hasan Abdullah Sahal, salah satu Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, sebagai bentuk penghormatan dan rasa terima kasih atas bimbingan para guru besar Gontor yang telah mewariskan nilai keikhlasan dan perjuangan dalam dunia pendidikan Islam.

    Tak hanya itu, beliau juga berkesempatan ziarah ke makam Anom Besari dan leluhur Trimurti Pendiri Pondok Modern Gontor — KH Ahmad Sahal, KH Zainuddin Fananie, dan KH Imam Zarkasyi — sebagai wujud penghormatan dan doa atas perjuangan besar mereka dalam membangun peradaban pesantren modern di Indonesia.

    Menjadi Bagian dari Sejarah Besar Gontor

    Momentum peringatan 100 tahun Gontor bukan sekadar ajang nostalgia, tetapi juga menjadi pengingat akan peran besar Gontor dalam membangun peradaban Islam di Indonesia dan dunia.
    Kehadiran IKPM Banten dalam ajang ini menjadi bukti nyata bahwa semangat “Berdiri di atas dan untuk semua golongan” tetap terjaga hingga kini.

    “Kami pulang bukan hanya membawa pengalaman, tapi juga membawa semangat baru untuk terus berkhidmat bagi umat dan bangsa, sesuai nilai-nilai Gontor,”
    tutup KH Soleh Rosyad.


    “Ketua IKPM Gontor Banten, Dr. KH Soleh Rosyad, S.Ag., M.M. (Pimpinan Pondok Pesantren Kun Karima Pandeglang), bersama kontingen Banten dalam peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di Ponorogo (23–26 Oktober 2025).”

    Tim Redaksi Pondok Pesantren Kun Karima

     

    Sumber : gontor.ac.id

  • Pasukan Paskibra Santri Pondok Pesantren Kun Karima Sukses Jalankan Tugas pada Apel Akbar Hari Santri Nasional ke-10 Kabupaten Pandeglang

    Pasukan Paskibra Santri Pondok Pesantren Kun Karima Sukses Jalankan Tugas pada Apel Akbar Hari Santri Nasional ke-10 Kabupaten Pandeglang

    Pandeglang, 22 Oktober 2025 — Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Santri Pondok Pesantren Kun Karima berhasil menjalankan tugasnya dengan penuh disiplin dan khidmat pada Apel Akbar Hari Santri Nasional (HSN) ke-10 tingkat Kabupaten Pandeglang, yang digelar pada Rabu, 22 Oktober 2025.
    Kegiatan yang mengusung tema “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia”

    Acara tersebut dihadiri oleh ribuan santri, para ulama, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Pandeglang. Kehadiran para santri dari berbagai pesantren mencerminkan semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap tanah air.

    Peringatan Hari Santri Nasional yang diperingati setiap tanggal 22 Oktober merupakan bentuk penghormatan terhadap jasa dan pengorbanan para santri dan ulama yang berperan besar dalam memperjuangkan serta mempertahankan kemerdekaan bangsa Indonesia.

    Pesan dari Wakil Gubernur Banten

    Dalam amanatnya pada Apel Akbar Hari Santri Nasional ke-10 yang berlangsung di Alun-Alun Pandeglang, Wakil Gubernur Banten, H. Dimyati Natakusumah, menjelaskan, tanggal 22 Oktober ditetapkan sebagai Hari Santri Nasional karena bertepatan dengan lahirnya resolusi jihad yang dicetuskan KH Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945.Dalam sejarah perjuangan bangsa, para santri berada di garda terdepan dalam merebut kemerdekaan Republik Indonesia.

    “Peringatan Hari Santri Nasional, tujuannya untuk menghargai, memperkuat, mempererat, dan meneladani,” ucapnya.

    Menurut Wagub Banten, para santri bukan hanya belajar agama, tetapi juga menanamkan nilai cinta tanah air. Peringatan Hari Santri Nasional dibuat untuk menghargai para santri. Pada saat kemerdekaan yang terdepan adalah para santri. Para santri bukan hanya belajar agama tapi juga bagaimana mencintai tanah air. Antara agama dan nasionalisme tidak bertentangan, saling ketergantungan. Negara yang hebat dan besar harus beragama,” ujarnya

     

    Baca Juga : Pagelaran Seni Panggung Gembira, Warnai Malam di Pondok Pesantren Kun Karima

     

    Wakil Gubernur Banten, turut memberikan apresiasi kepada seluruh santri di Banten, atas dedikasi dan kontribusinya dalam menyukseskan peringatan Hari Santri Nasional tahun 2025.

    Selain itu, Wagub Banten juga menekankan kepada santri pentingnya menjaga sopan santun dan menghormati guru serta kepala sekolah sebagai bagian dari pembentukan karakter pelajar yang berakhlak dan beretika. “Anak-anak tidak boleh melawan guru maupun kepala sekolah. Harus patuh, taat, dan belajar menghargai gurunya,” Wagub menyoroti perlunya penegakan disiplin dan penguatan aturan dimadrasah dan Pondok Pesantren. Ujarnya.

    Apresiasi Bupati Pandeglang Dalam Sambutanya

    Bupati Pandeglang, Ibu R. Dewi Setiani, S.Sos., M.A., menyampaikan apresiasi dan rasa bangga kepada seluruh peserta apel, khususnya kepada Pasukan Paskibra Santri Pondok Pesantren Kun Karima, yang telah menampilkan kedisiplinan, kekompakan, dan tanggung jawab tinggi dalam menjalankan tugas pengibaran bendera merah putih.

    “Saya menyampaikan terima kasih kepada santri Pondok Pesantren Kun Karima yang telah mengibarkan bendera merah putih. ujar Bupati Pandeglang dalam sambutannya.

    Bupati juga berharap agar para santri di Kabupaten Pandeglang terus berperan aktif dalam mengisi kemerdekaan melalui berbagai karya nyata, baik di bidang pendidikan, sosial, maupun pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, santri adalah potret generasi penerus bangsa yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara moral dan spiritual.

     

    Tim Redaksi Pondok Pesantren Kun Karima

    Tim Media Pondok Pesantren Kun Karima

  • Pagelaran Seni Panggung Gembira, Warnai Malam di Pondok Pesantren Kun Karima

    Pagelaran Seni Panggung Gembira, Warnai Malam di Pondok Pesantren Kun Karima

    Pandeglang, 12 Oktober 2025 — Dalam rangka mempererat ukhuwah Islamiyah dan menggali potensi santri, Pondok Pesantren Kun Karima menyelenggarakan Pagelaran Seni “Panggung Gembira pada Ahad malam, 12 Oktober 2025. Kegiatan berlangsung di aula utama pesantren dengan penuh semarak dan antusiasme dari para santri, dewan pengurus, serta para tamu undangan.

    Acara tahunan ini menampilkan beragam pertunjukan seni bernuansa Islami seperti hadrah, drama religi, pembacaan puisi, tari tradisional, nasyid, dan berbagai penampilan kreatif lainnya hasil karya para santri. Setiap penampilan mencerminkan semangat keislaman, kebersamaan, dan kecintaan terhadap seni budaya.

    Menurut panitia penyelenggara, kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan bakat dan kreativitas santri di bidang seni Islami, sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri, tanggung jawab, dan solidaritas antar-santri.

    Pimpinan Pondok Pesantren Kun Karima, dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi atas kerja keras para santri dan pengurus dalam mempersiapkan acara tersebut.

    “Seni bukan sekadar hiburan, tetapi juga media dakwah dan pendidikan karakter. Melalui kegiatan seperti ini, santri belajar bekerja sama, berani tampil, dan menyalurkan potensi positifnya,” ujar Pimpinan Pondok Pesantren Kun Karima, Dr. K.H. Soleh, S.Ag., M.M.

    Suasana malam itu semakin meriah dengan gemerlap cahaya lampu dan dekorasi bernuansa Islami yang menghiasi panggung. Para wali santri dan alumni turut hadir memberikan dukungan dan semangat kepada para peserta.

     

    Baca Juga : Cahaya Santri: Perjalanan Inspiratif dari Desa

     

    Pagelaran Seni Panggung Gembira kini menjadi agenda tahunan yang selalu dinantikan di Pondok Pesantren Kun Karima. Selain sebagai ajang hiburan, kegiatan ini menjadi wadah ekspresi dan apresiasi santri atas berbagai kegiatan pembelajaran serta pengembangan diri selama satu tahun penuh.

     

    Tim Redaksi Pondok Pesantren Kun Karima

    Tim Media Pondok Pesantren Kun Karima

  • Pimpinan Ponpes Kun Karima Pimpin Aduan FSPP Banten ke KPID: Tuntut Trans7 Bertanggung Jawab atas Tayangan Xpose Uncensored

    Pimpinan Ponpes Kun Karima Pimpin Aduan FSPP Banten ke KPID: Tuntut Trans7 Bertanggung Jawab atas Tayangan Xpose Uncensored

    Banten, 16 Oktober 2025 — Gelombang protes terhadap program Xpose Uncensored yang ditayangkan Trans7 terus meluas. Setelah menuai kritik dari berbagai kalangan pesantren di Indonesia, kini Forum Silaturahim Pondok Pesantren (FSPP) Provinsi Banten resmi mengadukan program tersebut kepada Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Banten.
    Langkah ini mendapat dukungan dari berbagai pondok pesantren, termasuk Pimpinan Pondok Pesantren Kun Karima Pandeglang beserta sejumlah kyai di Banten yang turut hadir dalam dialog dan pengaduan resmi di ruang Komisi I DPRD Banten, Kamis (16/10/2025).

     

    FSPP Banten Tegaskan Pelanggaran Serius

    Pimpinan Pondok Pesantren Kun Karima yang sekaligus menjabat sebagai Ketua Presidium FSPP Provinsi Banten, Dr. KH. Soleh Rosyad, S.Ag., M.M. menegaskan bahwa Segenap Pimpinan Pondok Pesantren di Banten yang dinaungi  oleh FSPP Banten menilai tayangan Xpose Uncensored bukan sekadar kesalahan teknis atau kelalaian dalam penyiaran.

    “Ini bukan sekadar kesalahan tayang. Kami melihat ada indikasi pelanggaran serius, bahkan sistemik. Maka kami menuntut adanya langkah hukum dan pemulihan menyeluruh,” tegas Dr. KH. Soleh Rosyad, S.Ag., M.M. usai bertemu dengan jajaran komisioner KPID Provinsi Banten.

    Dalam pertemuan itu, Dr. KH. Soleh Rosyad, S.Ag., M.M. menyampaikan empat tuntutan utama dari FSPP Banten kepada KPID Banten dan KPI Pusat, yaitu:

    1. Pemeriksaan dan Sanksi Hukum
      FSPP mendesak agar KPID Banten segera melakukan pemeriksaan terhadap tayangan Xpose Uncensored. Jika ditemukan unsur pidana seperti pencemaran nama baik atau penistaan agama, KPI diminta meneruskan kasus ini ke kepolisian sesuai MoU KPI–Polri.
    2. Permintaan Maaf dan Klarifikasi Publik
      Trans7 diminta menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada pesantren, para kyai, dan umat Islam melalui siaran langsung di televisi nasional.
    3. Evaluasi Program dan Pengawasan Ketat
      FSPP mendorong agar KPI memperketat mekanisme pengawasan program televisi agar tidak lagi muncul tayangan yang merendahkan lembaga keagamaan.
    4. Pemulihan Citra Pesantren
      FSPP menekankan pentingnya pemulihan citra pesantren dan para kyai yang telah tercoreng akibat tayangan tersebut.

     

    Baca Juga : Pagelaran Seni Panggung Gembira, Warnai Malam di Pondok Pesantren Kun Karima

     

    Tanggapan Resmi KPID Banten

    Ketua KPID Banten, Haris H Witharja, menyampaikan apresiasi atas langkah para pengasuh pondok pesantren yang menyalurkan aspirasi melalui jalur resmi.

    “Apa yang dilakukan para pengasuh pondok pesantren di Banten menyampaikan aspirasi ke KPI dan KPID Banten merupakan sebuah langkah yang tepat. Aspirasi ini kemudian akan diteruskan ke KPI Pusat dan menjadi catatan,” ungkap Haris.

     

    Ia juga menegaskan bahwa lembaga penyiaran terkait telah dijatuhi sanksi oleh KPI.

    “KPI sendiri sudah menjatuhkan sanksi kepada lembaga penyiaran yang dimaksud dan program siarannya sudah dihentikan,” katanya.

     

    Harapan dan Tindak Lanjut

    Dialog dan pengaduan tersebut menjadi bukti nyata bahwa masyarakat pesantren tidak tinggal diam terhadap tayangan yang dinilai menyesatkan publik dan melecehkan lembaga keagamaan. FSPP Banten bersama para kyai menyatakan akan terus memantau perkembangan kasus ini hingga ada kejelasan dan tindak lanjut dari KPI Pusat.

     

     

     

     

    Sumber: BantenRaya.com, KPI.go.id