Kategori: News

  • Pramuka Pondok Pesantren Kun Karima Raih Berbagai Juara di Festival Lomba Pionering Se-Banten 2026

    Pramuka Pondok Pesantren Kun Karima Raih Berbagai Juara di Festival Lomba Pionering Se-Banten 2026

    Pandeglang- Pramuka Pondok Pesantren Kun Karima kembali mengharumkan nama pesantren dalam ajang Festival Lomba Pionering Tingkat Pramuka Penggalang dan Penegak Se-Banten 2026 yang digelar di SMPN 2 Cimanuk, Kabupaten Pandeglang, pada Ahad, 17 Mei 2026.

    Dalam kegiatan yang diikuti oleh peserta Pramuka dari berbagai sekolah dan pesantren se-Provinsi Banten tersebut, kontingen Pramuka Kun Karima berhasil meraih sejumlah penghargaan di berbagai kategori, baik tingkat Penggalang maupun Penegak.

    Festival lomba pionering ini menjadi ajang unjuk kemampuan anggota Pramuka dalam bidang keterampilan tali-temali, kekuatan konstruksi, kreativitas, kekompakan tim, hingga sportivitas antar peserta. Sejak awal perlombaan, peserta dari Pondok Pesantren Kun Karima tampil penuh semangat dan percaya diri.

    Pada tingkat Penggalang, Pramuka Pondok Pesantren Kun Karima berhasil meraih:

    • Juara 2 Best Suporter Tingkat Penggalang
    • Juara 3 Kategori Kerapihan Penggalang
    • Juara 2 Kategori Kekuatan Penggalang
    • Juara 2 Kategori Tali Temali Penggalang
    • Juara 3 Kategori Kreativitas Penggalang
    • Juara Harapan 2 Tingkat Penggalang
    • Juara 2 Tingkat Penggalang
    • Juara 1 Favorit Tingkat Penggalang

    Sementara pada tingkat Penegak, kontingen Kun Karima juga berhasil menorehkan prestasi dengan meraih:

    • Juara 2 Best Suporter Tingkat Penegak
    • Juara 3 Kategori Kreativitas Penegak
    • Juara Harapan 1 Tingkat Penegak
    • Juara 1 Favorit Tingkat Penegak

    Tidak hanya itu, Pramuka Pondok Pesantren Kun Karima juga sukses membawa pulang penghargaan Juara Best Team dan Juara Best Coach.

    Nofan Budi Sentoso, Kepala Sekolah SMA Kun Karima, menyampaikan rasa syukur dan bangga atas prestasi yang diraih para santri dalam ajang tersebut. Menurutnya, capaian itu tidak diraih secara instan, melainkan melalui proses latihan, kekompakan tim, kedisiplinan, serta semangat para peserta selama mempersiapkan diri menghadapi perlombaan.

    Ia juga berharap keberhasilan tersebut dapat menjadi motivasi bagi para santri untuk terus aktif dalam kegiatan positif, khususnya di bidang kepramukaan yang mengajarkan banyak nilai kehidupan.(TIM Redaksi)

  • TIM Futsal SD Islam Insan Karima Raih Juara 1 di La Tansa 2 Futsal Championship 2026

    TIM Futsal SD Islam Insan Karima Raih Juara 1 di La Tansa 2 Futsal Championship 2026

    Lebak- Prestasi membanggakan kembali diraih oleh SD Islam Insan Karima. TIM futsal sekolah tersebut sukses meraih Juara 1 dalam ajang La Tansa 2 Futsal Championship Tournament Futsal SD/MI Se-Banten yang digelar pada 16–17 Mei 2026.

    Turnamen yang diikuti berbagai tim futsal tingkat SD dan MI se-Provinsi Banten itu berlangsung meriah dan penuh persaingan. Sejak babak penyisihan, TIM futsal SD Islam Insan Karima tampil percaya diri dengan permainan yang solid, disiplin, dan semangat.

    Perjalanan menuju gelar juara tidak diraih dengan mudah. Para pemain harus melewati sejumlah pertandingan penting melawan tim-tim tangguh hingga akhirnya berhasil melaju ke partai final. Pada pertandingan puncak, TIM futsal SD Islam Insan Karima mampu tampil kompak dan fokus sepanjang laga hingga berhasil memastikan kemenangan sekaligus membawa pulang trofi Juara 1.

    Taufiq Hidayat mewakili SD Islam Insan Karima menyampaikan rasa syukur dan bangga atas pencapaian yang diraih para siswa dalam turnamen tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini merupakan hasil dari latihan rutin, kerja keras, serta semangat juang para pemain selama mengikuti kompetisi.

    Ia juga mengapresiasi dukungan para guru, pelatih, dan orang tua siswa yang terus memberikan semangat kepada para pemain selama pertandingan berlangsung. Menurutnya, dukungan tersebut menjadi salah satu faktor penting yang menambah motivasi para pemain di lapangan.

    Prestasi ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar SD Islam Insan Karima sekaligus menjadi bukti bahwa pembinaan bakat dan karakter siswa melalui kegiatan olahraga terus berjalan dengan baik di lingkungan sekolah. (TIM Redaksi)

  • Hiking Pramuka Kun Karima: Menumbuhkan Semangat, Disiplin, dan Akhlak Santri

    Hiking Pramuka Kun Karima: Menumbuhkan Semangat, Disiplin, dan Akhlak Santri

    Pandeglang-Pondok Pesantren Kun Karima menggelar kegiatan Hiking Pramuka pada Senin, 12 Mei 2026, sebagai bagian dari pembinaan karakter, kedisiplinan, dan semangat kebersamaan para santri. Kegiatan pembukaan hiking pramuka dilaksanakan di halaman Pondok Pesantren Kun Karima.

    Sebelum perjalanan dimulai, para santri tampak berkumpul dan berbaris rapi di halaman pondok pesantren. Dengan perlengkapan sederhana dan semangat kebersamaan, para peserta mengikuti arahan dari pembina pramuka serta dewan guru.

    Kepala Sekolah MTs Kun Karima, Taufiq Hidayat, dalam sambutannya menyampaikan rasa bahagianya melihat semangat para santri yang begitu tinggi mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, hiking pramuka menjadi kegiatan yang telah lama dinantikan para peserta.

    “Ini acara yang sudah lama kalian nantikan. Saya ikut bahagia melihat semangat anak-anak hari ini yang begitu luar biasa,” ujarnya di hadapan para santri.

    Ia menjelaskan, kegiatan hiking bukan sekadar perjalanan biasa, melainkan sarana pendidikan yang melatih kekuatan fisik, mental, kedisiplinan, serta kerja sama antarpeserta. Selain itu, di setiap pos perjalanan telah disiapkan berbagai materi dan tantangan yang harus diikuti dengan sungguh-sungguh oleh para santri.

    “Kegiatan pagi ini membutuhkan energi dan fisik yang kuat. Di setiap pos ada materi yang harus diikuti dengan serius,” kata Taufiq Hidayat.

    Dalam arahannya, ia juga menyampaikan pesan pimpinan pondok pesantren agar seluruh peserta dan pembina selalu berhati-hati selama kegiatan berlangsung. Keselamatan, kekompakan, dan rasa tanggung jawab menjadi hal utama yang harus dijaga bersama.

    Lebih lanjut, Taufik Hidayat menilai kegiatan hiking memiliki banyak makna dalam kehidupan para santri. Melalui kegiatan tersebut, para peserta diajak memahami arti perjuangan, semangat, dan pentingnya kerja sama dalam mencapai tujuan.

    “Hiking ini mengajarkan kita bahwa hidup adalah perjuangan. Harus ada semangat, kebersamaan, dan saling membantu. Dari sini kita belajar memperkuat ukhuwah,” ungkapnya.

    Ia juga mengingatkan para santri agar senantiasa menjaga adab dan etika selama kegiatan berlangsung. Menurutnya, identitas seorang santri tidak hanya terlihat dari pakaian, tetapi juga dari sikap dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari. (Tim Redaksi)

  • Silaturahmi dan Sosialisasi Program Dapur MBG Pesantren Digelar di Ponpes Kun Karima

    Silaturahmi dan Sosialisasi Program Dapur MBG Pesantren Digelar di Ponpes Kun Karima

    Pandeglang– Upaya mendukung program pemerintah dalam pemenuhan gizi generasi bangsa terus diperkuat melalui kolaborasi strategis bersama pondok pesantren. Hal tersebut terlihat dalam kegiatan Silaturahmi dan Sosialisasi Program Dapur MBG Pondok Pesantren Se-Banten bersama pimpinan SKKP Indotama, Hilman Thaib Mandagi, yang dilaksanakan di Aula Pondok Pesantren Kun Karima pada Sabtu, 09 Mei 2026.

    Kegiatan ini dihadiri sekitar 20 perwakilan pondok pesantren dari berbagai daerah, di antaranya Depok, Bogor, Jakarta, Tangerang, Serang, Pandeglang, dan Lebak.

    Dalam sosialisasi tersebut, pihak SKKP Indotama menawarkan kerja sama pembangunan Dapur MBG di lingkungan pondok pesantren sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam pemenuhan gizi. Program ini juga diharapkan mampu menjadi sarana pemberdayaan ekonomi pesantren yang berkelanjutan.

    Dr.KH. Soleh Rosyad selaku Pimpinan Pondok Pesantren Kun Karima menyambut positif program tersebut. Menurutnya, kolaborasi ini menjadi peluang besar bagi pondok pesantren untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada para santri, khususnya dalam penyediaan makanan sehat dan bergizi.

    Ia juga menegaskan bahwa pesantren memiliki peran penting dalam mencetak generasi yang sehat, cerdas, dan berakhlakul karimah. Karena itu, program Dapur MBG dinilai sejalan dengan visi pesantren dalam membangun kemandirian serta memperkuat kontribusi pesantren terhadap pembangunan masyarakat.

    Sementara itu, Brigjen Pol. (Purn.) Hilman Thaib Mandagi menyampaikan bahwa pesantren merupakan mitra strategis dalam mendukung program ketahanan pangan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Melalui program Dapur MBG, diharapkan lahir langkah nyata dalam menciptakan lingkungan pesantren yang lebih sehat, mandiri, dan produktif.

    Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan terjalin kerja sama yang lebih luas antara pesantren dan berbagai pihak dalam mendukung program pemerintah demi terwujudnya generasi bangsa yang sehat, kuat, dan berkualitas. TIM Redaksi

  • Pesantren Fest 2026: SD Islam Insan Karima Raih Juara Umum Drumband

    Pesantren Fest 2026: SD Islam Insan Karima Raih Juara Umum Drumband

    Banten – Gelaran Pesantren Fest 2026 yang berlangsung pada 3–4 Mei 2026 di kawasan bersejarah Keraton Surosoan, Kota Serang, sukses menjadi panggung prestasi bagi para santri di Provinsi Banten.

    Mengusung tema “Santri Banten Untuk Indonesia, Santri Banten Untuk Membangun Peradaban Dunia,

    Kegiatan ini menghadirkan beragam kompetisi yang menjadi wadah pengembangan potensi generasi muda Islam, baik di bidang keagamaan, seni, maupun keterampilan.

    Di antara berbagai penampilan, SD Islam Insan Karima tampil di bidang seni drumband. Dengan semangat tinggi, kekompakan yang solid, serta teknik permainan yang matang, tim drumband SD Islam Insan Karima berhasil meraih Juara Umum, sekaligus menyabet posisi Juara 1 dalam perlombaan tersebut.

    Prestasi ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi sekolah, tetapi juga mencerminkan keberhasilan pendidikan berbasis nilai-nilai pesantren dalam membentuk generasi yang unggul, disiplin, dan kreatif. Penampilan mereka dinilai memiliki harmonisasi yang kuat antara ritme, formasi, dan energi, sehingga mampu memukau dewan juri serta para penonton yang hadir.

    Turut hadir dalam kegiatan ini Ketua Yayasan Kun Karima, Dr. KH. Soleh Rosyad, yang memberikan apresiasi tinggi atas prestasi yang diraih. Ia menyampaikan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil dari kerja keras, latihan yang konsisten, serta sinergi yang baik antara peserta didik, pembina, dan dukungan orang tua.

    Pesantren Fest 2026 menjadi momentum penting untuk menegaskan bahwa santri Banten tidak hanya berperan dalam bidang keagamaan, tetapi juga mampu bersaing dan berprestasi di berbagai bidang, termasuk seni dan budaya. Prestasi yang diraih SD Islam Insan Karima diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi lembaga pendidikan lainnya dalam mengembangkan potensi peserta didik secara holistik dan berkelanjutan.(Tim Redaksi)

  • Pengajian Rutin MUI Kecamatan Majasari: Memperkuat Ukhuwah dan Keimanan Umat

    Pengajian Rutin MUI Kecamatan Majasari: Memperkuat Ukhuwah dan Keimanan Umat

    Pandeglang-Pengajian Rutin Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang, diselenggarakan pada Selasa, 21 April 2026, bertempat di aula Pondok Pesantren Kun Karima.

    Kegiatan ini berlangsung dengan khidmat dan dihadiri oleh para ulama, tokoh masyarakat, serta jamaah dari berbagai wilayah di Kecamatan Majasari.

    Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang menambah suasana penuh kekhusyukan. Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh perwakilan pengurus MUI Kecamatan Majasari yang menekankan pentingnya menjaga ukhuwah islamiyah serta meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan di tengah dinamika kehidupan masyarakat saat ini.

    Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pengajian umum. Kajian pertama disampaikan oleh Kiai Yogi dari Pondok Pesantren Miftahul Huda Yunusia (Telaga), kajian kedua diisi oleh KH. Munjaji (Jarokasang)

    Dalam kesempatan tersebut, Dr. KH. Soleh Rosyad selaku Pimpinan Pondok Pesantren Kun Karima menyampaikan bahwa pengajian rutin ini menjadi wadah silaturahmi sekaligus sarana menambah ilmu agama bagi masyarakat. Dengan terselenggaranya kegiatan ini secara konsisten, diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam membentuk pribadi muslim yang lebih baik serta memperkuat persatuan umat, khususnya di wilayah Kecamatan Majasari.

    Melalui kegiatan ini, semangat kebersamaan dan nilai-nilai keislaman diharapkan terus tumbuh dan mengakar dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. (Tim Redaksi)

  • Wakaf Kun Karima Terima Rekomendasi BWI Provinsi Banten, Perkuat Sinergi Pengelolaan Wakaf Uang

    Wakaf Kun Karima Terima Rekomendasi BWI Provinsi Banten, Perkuat Sinergi Pengelolaan Wakaf Uang

    Pandeglang- Wakaf Kun Karima (Great Trust Fund) resmi menerima rekomendasi dari Badan Wakaf Indonesia (BWI) Provinsi Banten untuk mengelola wakaf uang.(Kamis, 16 April 2026)

    Momentum ini sekaligus dirangkaikan dengan pertemuan bersama pengelola wakaf uang Kun Karima (Great Trust Fund) dan BWI Provinsi Banten dalam rangka memperkuat sinergi serta meningkatkan kualitas tata kelola wakaf secara profesional dan berkelanjutan.

    Rekomendasi yang diberikan oleh Badan Wakaf Indonesia Provinsi Banten menjadi bukti bahwa Wakaf Kun Karima telah memenuhi standar kelayakan sebagai nadzir wakaf uang, baik dari sisi legalitas, kelembagaan, maupun kapasitas manajerial. Hal ini membuka peluang lebih luas bagi Wakaf Kun Karima untuk berkontribusi dalam pengembangan wakaf produktif di tengah masyarakat.

    Dalam kesempatan tersebut, pihak Badan Wakaf Indonesia Provinsi Banten juga memberikan arahan dan pembinaan terkait pengelolaan wakaf uang yang sesuai dengan prinsip syariah dan regulasi yang berlaku. Diskusi yang berlangsung menekankan pentingnya transparansi, akuntabilitas, serta inovasi dalam mengelola dana wakaf agar dapat memberikan manfaat maksimal bagi umat.

    Dr.KH.Soleh Rosyad, pendiri Wakaf Kun Karima (Great Trust Fund), menyampaikan rasa syukur dan komitmennya untuk menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya. “Rekomendasi ini menjadi motivasi sekaligus tanggung jawab besar bagi kami untuk mengelola wakaf uang secara profesional dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ungkap pendiri wakaf Kun Karima

    Ke depan, Wakaf Kun Karima (Great Trust Fund) berencana mengembangkan berbagai program berbasis wakaf produktif, seperti penguatan sektor pendidikan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta kegiatan sosial keagamaan yang berkelanjutan. Sinergi dengan Badan Wakaf Indonesia Provinsi Banten diharapkan mampu menjadi fondasi kuat dalam membangun ekosistem wakaf yang lebih maju dan berdampak luas.

    Dengan diterimanya rekomendasi ini, Wakaf Kun Karima diharapkan dapat menjadi salah satu pelopor pengelolaan wakaf uang di Provinsi Banten, sekaligus mendorong meningkatnya kesadaran masyarakat untuk berwakaf sebagai bagian dari solusi dalam penguatan ekonomi umat.(Tim Redaksi)

  • Langkah yang Terarah, Hidup yang Berkah

    Langkah yang Terarah, Hidup yang Berkah

    Dr.KH Soleh Rosyad, Pimpinan Pondok Pesantren Kun Karima

    Setiap manusia yang keluar dari rumah hendaknya memiliki tujuan. Jangan pernah melangkah tanpa arah, karena langkah tanpa tujuan akan mudah diombang-ambing oleh keadaan, terbawa ke mana arah angin berhembus.

    Dalam kondisi seperti itu, setan akan datang menawarkan “jasa”, mengajak dan mengarahkan kepada hal-hal yang tidak baik. Na‘udzubillahi min dzalik.

    Oleh karena itu, setiap langkah harus dilandasi dengan tujuan yang jelas dan niat yang benar. Terlebih bagi mereka yang memilih jalan menuntut ilmu.

    Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Qasas ayat 77:

    وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآخِرَةَ وَلَا تَنسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا وَأَحْسِنْ كَمَا أَحْسَنَ اللَّهُ إِلَيْكَ وَلَا تَبْغِ الْفَسَادَ فِي الْأَرْضِ ۖ إِنَّ اللَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ

    Artinya: “Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu kebahagiaan negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu di dunia. Berbuat baiklah sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di muka bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.”

    Ayat inilah yang dijadikan landasan filosofis oleh Kyai Rifa’i dalam mendirikan Pondok Pesantren Latansa. Maknanya sangat dalam: jangan pernah lupa kepada tempat kembali, yaitu akhirat, dan jangan pernah lupa kepada Tuhan kita, Allah Subhanahu wa Ta’ala.

    Di dalamnya terkandung falsafah keseimbangan hidup antara dunia dan akhirat, antara ilmu agama dan ilmu umum. Pesantren mengajarkan kita hidup seimbang, menjunjung nilai kemanusiaan, tanpa meninggalkan nilai spiritualitas dan religiusitas.

    Rasulullah ﷺ bersabda:

    مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ
    Artinya: “Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan padanya, maka Allah akan memahamkannya tentang agama.” (Shahih al-Bukhari (no. 71) dan Shahih Muslim (no. 1037).

    Kalian bersama orang tua telah memilih pesantren sebagai tempat menuntut ilmu. Maka pertanyaan yang selalu digaungkan adalah: Apa yang kau cari di pesantren? Jawabannya sederhana namun mendalam: “Thalabul ‘ilmi lil ‘ibadah, atau ibadah thalabul ‘ilmi.”

    Mencari ilmu untuk ibadah, atau ibadah menuntut ilmu. Kita belajar bukan sekadar untuk ijazah atau pekerjaan, tetapi sebagai bentuk penghambaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sebagaimana firman-Nya bahwa manusia dan jin diciptakan tidak lain kecuali untuk beribadah kepada-Nya.

    Dalam Islam, ibadah terbagi menjadi dua: ibadah mahdhah dan ibadah ghairu mahdhah. Ibadah mahdhah adalah ibadah yang tata caranya langsung ditetapkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, seperti shalat. Tidak bisa diubah atau dianalogikan. Mengapa harus takbir, ruku’, sujud, dan seterusnya? Karena semua itu adalah ketetapan Allah yang diajarkan melalui Nabi Muhammad ﷺ.

    Shalat adalah mi’rajnya orang beriman. Barang siapa ingin dekat dengan Allah, ingin mengadu, berdoa, dan memohon kepada-Nya, maka dirikanlah shalat.

    Adapun ibadah ghairu mahdhah adalah seluruh aktivitas yang kita lakukan selama tidak melanggar syariat dan diniatkan karena Allah. Termasuk di dalamnya adalah belajar, mengajar, bekerja, dan berbuat kebaikan kepada sesama.

    Namun inti dari semua ibadah, baik mahdhah maupun ghairu mahdhah, adalah ruh keikhlasan. Tanpa ikhlas, ibadah hanya menjadi gerakan tanpa makna. Kita mungkin telah melaksanakan shalat dengan rukun dan syarat yang sempurna, tetapi belum tentu diterima di sisi Allah jika tidak dilandasi keikhlasan.

    Oleh karena itu, persiapkan diri sebelum shalat, sebagaimana kita mempersiapkan diri ketika hendak menghadap manusia yang mulia. Maka lebih pantas lagi kita mempersiapkan diri ketika menghadap Allah Subhanahu wa Ta’ala.

    Dengan demikian, luruskan niat, kuatkan tujuan, dan jalani setiap proses dengan kesungguhan. Karena di pesantren inilah kalian sedang membangun fondasi kehidupan, bukan hanya untuk dunia, tetapi juga untuk akhirat. (Tim Redaksi)

  • Makna Pengabdian dalam Kehidupan

    Makna Pengabdian dalam Kehidupan

    Dr. KH. Soleh Rosyad, Pimpinan Pondok Pesantren Kun Karima

    Tadabbur Surat An-Najm 24-26

    أَمْ لِلْإِنسَانِ مَا تَمَنَّىٰ ﴿٢٤﴾ فَلِلَّهِ الْآخِرَةُ وَالْأُولَىٰ ﴿٢٥﴾ وَكَم مِّن مَّلَكٍ فِي السَّمَاوَاتِ لَا تُغْنِي شَفَاعَتُهُمْ شَيْئًا إِلَّا مِنۢ بَعْدِ أَن يَأْذَنَ اللَّهُ لِمَن يَشَاءُ وَيَرْضَىٰ ﴿٢٦

    Artinya: “Apakah manusia akan mendapatkan segala yang dicita-citakannya? (Tidak.) Maka milik Allah-lah akhirat dan dunia. Dan betapa banyak malaikat di langit, syafaat mereka sedikit pun tidak berguna, kecuali setelah Allah mengizinkan bagi siapa yang Dia kehendaki dan Dia ridhai.”

    Dari ayat ini kita memahami bahwa tidak semua keinginan manusia akan terwujud, karena seluruh urusan berada dalam genggaman Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dialah yang menentukan, kepada siapa diberikan dan kepada siapa ditahan. Jika Allah telah memberi, tidak ada yang mampu menghalangi, dan jika Allah menahan, tidak ada yang mampu memberi.

    Sebagai seorang muslim, kita memiliki tujuan hidup di dunia dan di akhirat. Namun yang harus diutamakan adalah akhirat, karena ia bersifat kekal dan abadi, sedangkan dunia hanyalah sementara. Meski demikian, dunia tidak boleh diabaikan, karena ia adalah ladang untuk menanam amal menuju akhirat.

    Apakah semua usaha akan berhasil? Tidak selalu, karena keberhasilan sejati adalah ketika Allah meridhai usaha kita. Oleh sebab itu, keberhasilan lebih dekat kepada orang-orang yang beriman, taat kepada Allah dan Rasul-Nya, serta bersungguh-sungguh dalam menjalani kehidupan.

    Dari sinilah pentingnya pengabdian. Pengabdian harus diutamakan, karena orang yang tidak mampu menyerap makna dan nilai-nilai pengabdian, maka hasilnya akan nihil. Jangan sampai lelah dalam mengabdi, tetapi tidak mendapatkan ruh dari pengabdian itu sendiri. Padahal, pengabdian yang dilakukan dengan benar akan menghantarkan seseorang menuju kesuksesan.

    Pengabdian harus dimulai dengan niat yang lurus, yaitu niat ibadah karena Allah Subhanahu wa Ta’ala, tanpa penyesalan, tanpa keraguan, dan tanpa keinginan untuk mundur. Kemudian dibarengi dengan tawakal kepada Allah, niat untuk memberi manfaat kepada orang lain, serta komitmen dan istiqamah dalam menjalankan amanah.

    Jika pengabdian dilandasi dengan niat seperti itu, maka akan melahirkan kemanfaatan bagi diri sendiri dan orang lain. Karena sejatinya, kemanfaatan itulah yang disebut dengan amal shalih, yaitu segala bentuk kebaikan yang disebarkan kepada manusia dan tidak bertentangan dengan ketaatan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Ketika seseorang telah memiliki dua indikator, yaitu taat dan bermanfaat, maka itulah hakikat amal shalih yang sesungguhnya.

    Ketaatan di pondok, baik dalam ibadah mahdhah maupun ghairu mahdhah, merupakan bentuk pengabdian yang nyata, yang menjaga aqidah, membentuk kedisiplinan, serta menyebarkan ilmu dan dakwah kepada para santri. Dari sinilah lahir generasi yang tidak merugi dalam hidupnya, yaitu mereka yang beriman dan beramal shalih.

    Oleh karena itu, kita harus terus memotivasi diri untuk melangkah ke depan, dengan kesadaran bahwa kita peduli terhadap umat, peduli terhadap bangsa, peduli terhadap kebenaran, dan peduli terhadap generasi masa depan. Apa yang kita nikmati hari ini adalah hasil dari perjuangan panjang para pendahulu, dari keringat, air mata, bahkan darah mereka.

    Maka sudah seharusnya kita berada di garda terdepan untuk mewariskan bangsa ini kepada generasi berikutnya dalam keadaan yang lebih baik, penuh kemerdekaan, kedaulatan, kesuksesan, dan kebahagiaan. Caranya adalah dengan menjadi manusia yang bermanfaat, sebagaimana sabda Nabi SAW, “Khairunnas anfa’uhum linnas,” sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.

    Maka kita harus mengubah cara pandang kita, dari sekadar mengejar kepentingan pribadi menjadi pribadi yang memberi manfaat bagi orang lain, masyarakat, bangsa, bahkan dunia.

    Namun kemanfaatan itu tidak akan terwujud tanpa ketaatan. Ketaatan kepada Allah, kepada Rasulullah SAW, kepada guru, kepada orang tua, dan kepada sistem adalah bagian dari amal shalih yang akan melahirkan keberkahan. Amal shalih itu sendiri merupakan bagian dari dakwah, yaitu meneruskan estafet perjuangan Rasulullah SAW sebagai rahmat bagi seluruh alam. Dakwah tidak hanya dengan lisan, tetapi juga dengan perbuatan, keteladanan, dan upaya mencegah kemungkaran, baik secara langsung maupun dengan pendekatan antisipatif agar manusia tidak terjerumus ke dalam keburukan.

    Ketaatan dan kemanfaatan akan membentuk kedewasaan berpikir. Orang yang terbiasa mengabdi akan memiliki pandangan hidup yang lebih matang. Karena itu, kebenaran yang tidak dikelola dengan baik bisa dikalahkan oleh kebatilan yang terorganisir dengan rapi. Maka tidak salah jika para kiai memiliki cita-cita besar untuk melahirkan generasi santri yang mampu hadir di berbagai bidang kehidupan, menjadi pemimpin, pengusaha, birokrat, aparat negara, dan berbagai profesi lainnya, namun tetap menjaga nilai keikhlasan dan keimanan.

    Ke mana pun kita melangkah setelah masa pengabdian, baik ke dalam negeri maupun luar negeri, ke kota besar atau kembali ke kampung halaman, jangan pernah melepaskan keimanan. Tetaplah kokoh dan kuat. Jalani proses dengan sabar, karena kesuksesan tidak datang secara instan. Justru dalam pengabdian, kita sedang mengumpulkan kekuatan yang luar biasa, kekuatan fisik, kekuatan akal, kekuatan mental, kekuatan akhlak, dan kekuatan spiritual. Pengabdian bukanlah waktu yang hilang, melainkan proses penguatan diri yang akan menjadi bekal kesuksesan di masa depan.

    Sebagai bagian dari pesantren, kita harus menyadari bahwa pesantren adalah khazanah besar dan benteng terakhir dalam menjaga nilai-nilai keislaman dan kebangsaan. Di tengah berbagai tantangan zaman, pesantren dan para santri menjadi garda terdepan dalam menjaga aqidah, persatuan, dan keutuhan bangsa.

    Maka selama kita bersatu, kita akan kuat. Dengan nilai keislaman yang akomodatif dan peran aktif para santri, masa depan umat dan bangsa akan tetap terjaga. Oleh karena itu, jangan heran jika tantangan terus datang, karena di balik itu semua ada potensi besar kebangkitan. Dan kebangkitan itu, insyaAllah, akan lahir dari mereka yang ikhlas dalam beriman, istiqamah dalam beramal, dan sungguh-sungguh dalam mengabdi.(Tim Redaksi )

  • Memaknai 24 Jam sebagai Ruang Kelas Pendidikan

    Memaknai 24 Jam sebagai Ruang Kelas Pendidikan

    Kun Karima-Kegiatan kumpul perdana pasca liburan Idul Fitri 1447 H, yang dilaksanakan pada tanggal 07 April 2026 bertempat di Aula Pondok Pesantren Kun Karima, menjadi momentum penting untuk kembali menata niat, semangat, dan arah perjuangan kita.

    Dalam kesempatan tersebut, Dr. KH. Soleh Rosyad selaku Pimpinan Pondok Pesantren Kun Karima menyampaikan bahwa kehidupan di pondok pesantren, meskipun sederhana, sesungguhnya merupakan bekal yang sangat berharga. Kesederhanaan itu justru menjadi kekuatan untuk memotivasi kita agar dalam melakukan setiap pekerjaan harus dengan kesungguhan dan penuh tanggung jawab.

    Sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ:

    “إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ إِذَا عَمِلَ أَحَدُكُمْ عَمَلًا أَنْ يُتْقِنَهُ”
    “Innallāha yuḥibbu idzā ‘amila aḥadukum ‘amalan an yutqinah.”

    Artinya:
    “Sesungguhnya Allah mencintai apabila salah seorang di antara kalian melakukan suatu pekerjaan, ia melakukannya dengan itqan (sungguh-sungguh, profesional, dan sempurna).” Silsilah al-Aḥādīts aṣ-Ṣaḥīḥah, no. 1113.

    Jika Allah mencintai, berarti Allah meridhai. Dan ketika Allah telah ridha, maka segala harapan, cita-cita, dan apa yang terlintas dalam hati serta pikiran kita akan dimudahkan dan dikabulkan oleh-Nya. Namun semua itu harus diawali dengan niat yang tulus, semata-mata mengharap ridha Allah, serta diiringi dengan peningkatan kesungguhan dalam berusaha.

    Oleh karena itu, anak-anakku sekalian, jadikan semester ini sebagai semester yang lebih baik. Semester yang penuh peningkatan dibandingkan semester-semester sebelumnya. Jadikan hari ini lebih baik dari hari kemarin dalam belajar, dalam niat, dalam prestasi, dan dalam akhlak.

    Barang siapa hari ini lebih baik dari kemarin, dengan tekad dan niat yang kuat, maka ia termasuk orang yang beruntung. Beruntung karena mendapatkan nilai tambah, beruntung karena memperoleh kebaikan-kebaikan, beruntung karena mendapatkan ridha Allah, serta beruntung karena dimudahkan dalam setiap urusannya.

    Niat yang tulus akan melahirkan mujahadah (kesungguhan). Dan dari mujahadah itulah lahir keberkahan hidup.

    Maka perlu kita tegaskan kembali: niatkan segala sesuatu karena Allah, tingkatkan kesungguhan, dan bertekadlah menjadi pribadi yang lebih baik dari masa lalu. Dengan demikian, kita termasuk golongan orang-orang yang beruntung, sebagaimana janji Allah bahwa Allah tidak akan pernah mengingkari janji-Nya.

    Namun, semua itu tidak datang secara instan. Ada proses yang harus ditempuh, ada aturan (SOP) yang harus dijalankan, ada disiplin yang harus ditegakkan, serta komitmen dan istiqamah yang harus dijaga.

    Dalam kehidupan sehari-hari di pondok, bangunlah lingkungan pertemanan yang baik. Jadikan teman-teman kita sebagai sahabat yang saling memotivasi dalam kebaikan. Jangan pernah memiliki musuh satu musuh terlalu banyak, sedangkan sejuta teman masih terasa kurang.

    Kelak, dalam kehidupan, kita akan sangat membutuhkan banyak teman. Oleh karena itu, jangan pilih-pilih teman kecuali berdasarkan kebaikan. Berprasangkalah baik (husnuzan) kepada semua teman, karena mereka semua adalah pilihan terbaik yang telah diantarkan oleh orang tua dengan niat yang baik.

    Semua yang ada di sini layak menjadi teman, layak menjadi sahabat, dan layak menjadi mitra dalam kebaikan. Sebagaimana pesan Kiai, di pondok ini seluruh aktivitas selama 24 jam harus mengandung nilai pendidikan. Dalam kegiatan belajar mengajar (KBM), harus ada nilai pendidikan.

    Dalam ritme kehidupan sekolah, harus ada pendidikan. Dalam interaksi antara guru dan santri, harus ada pendidikan. Dalam jamaah, dalam kebersamaan, dalam organisasi pesantren semuanya harus bernilai pendidikan. Bahkan di asrama, dalam kehidupan sehari-hari selama 24 jam, harus dipastikan mengandung pendidikan.

    Inilah dasar-dasar penting yang harus kita pahami bersama, agar setiap langkah kita di pondok pesantren benar-benar menjadi proses pembentukan ilmu, akhlak, dan masa depan yang lebih baik.(TIM Redaksi Kun Karima)