Pandeglang- Seluruh santri beserta dewan asatidz Pondok Pesantren Kun Karima mengikuti kegiatan kumpul perdana setelah masa libur pada Kamis (16/7/2026). Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Pondok Pesantren Kun Karima tersebut menjadi momentum untuk menyambut kembali para santri sekaligus mengawali aktivitas pendidikan dengan semangat baru.
Pada kesempatan itu, Pimpinan Pondok Pesantren Kun Karima, Dr. KH. Soleh Rosyad, M.M., menyampaikan tausiyah dan motivasi kepada seluruh santri. Beliau mengajak para santri untuk kembali meluruskan niat dalam menuntut ilmu serta memanfaatkan kesempatan belajar di pesantren dengan sebaik-baiknya.
“Alhamdulillah, hari ini kita kembali dipertemukan di Pondok Pesantren Kun Karima setelah menjalani masa libur. Mulailah kembali dengan niat yang sungguh-sungguh. Datang ke pesantren bukan hanya untuk belajar, tetapi untuk mencari ilmu yang membawa keberkahan dan mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala,” pesan Dr. KH. Soleh Rosyad di hadapan para santri.
Beliau menegaskan bahwa seluruh guru dan asatidz memiliki tanggung jawab besar dalam mendidik para santri. Selain menyampaikan ilmu, para guru juga senantiasa mendoakan para santri dalam setiap kegiatan mujahadah dan ta’lim, agar diberikan kemudahan dalam belajar, memperoleh ilmu yang bermanfaat, serta menjadi pribadi yang berakhlakul karimah.
Dalam arahannya, beliau mengingatkan bahwa tujuan utama seorang santri berada di pesantren adalah thalabul ilmi. Menurutnya, ilmu harus menjadi jalan untuk meningkatkan kualitas ibadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Beliau mengutip prinsip yang selama ini menjadi ruh pendidikan di Pondok Pesantren Kun Karima, yaitu:
“Thalabul ‘ilmi lil ‘ibadah, wal ‘ibadah lithalabil ‘ilmi.”
Artinya, menuntut ilmu bertujuan untuk menyempurnakan ibadah, sedangkan ibadah menjadi jalan agar Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan kemudahan dalam memperoleh ilmu.
Dr. KH. Soleh Rosyad juga mengajak para santri untuk memperbanyak rasa syukur atas kesempatan kembali belajar di pesantren. Menurutnya, setiap manusia telah dianugerahi Allah Subhanahu wa Ta’ala berbagai nikmat, seperti akal, hati, pikiran, dan jasad yang harus dimanfaatkan melalui pendidikan yang benar.
“Semua ilmu pada hakikatnya berlandaskan Al-Qur’an. Karena itu, belajarlah dengan sungguh-sungguh, hormati guru, perbaiki akhlak, dan laksanakan seluruh kewajiban kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala,” tuturnya.
Beliau juga mengingatkan bahwa proses pendidikan seorang anak dimulai dari keluarga. Ayah dan ibu telah memberikan pendidikan pertama sejak dini, kemudian amanah tersebut dilanjutkan oleh para guru di pesantren. Oleh karena itu, santri diharapkan mampu menghargai setiap proses pendidikan dengan belajar sungguh-sungguh, menjaga adab, serta memanfaatkan seluruh potensi yang telah dianugerahkan Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Kegiatan kumpul perdana tersebut berlangsung dengan penuh khidmat dan menjadi penanda dimulainya kembali seluruh aktivitas pendidikan di Pondok Pesantren Kun Karima setelah masa libur. Melalui pengarahan tersebut, diharapkan seluruh santri memiliki semangat baru untuk meningkatkan kualitas belajar, memperkuat ibadah, menjaga kedisiplinan, serta menumbuhkan akhlakul karimah sebagai bekal mengabdi kepada agama, bangsa, dan masyarakat. (Rohman Tim Redaksi)



