Hiking Pramuka Kun Karima: Menumbuhkan Semangat, Disiplin, dan Akhlak Santri

Pandeglang-Pondok Pesantren Kun Karima menggelar kegiatan Hiking Pramuka pada Senin, 12 Mei 2026, sebagai bagian dari pembinaan karakter, kedisiplinan, dan semangat kebersamaan para santri. Kegiatan pembukaan hiking pramuka dilaksanakan di halaman Pondok Pesantren Kun Karima.

Sebelum perjalanan dimulai, para santri tampak berkumpul dan berbaris rapi di halaman pondok pesantren. Dengan perlengkapan sederhana dan semangat kebersamaan, para peserta mengikuti arahan dari pembina pramuka serta dewan guru.

Kepala Sekolah MTs Kun Karima, Taufiq Hidayat, dalam sambutannya menyampaikan rasa bahagianya melihat semangat para santri yang begitu tinggi mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, hiking pramuka menjadi kegiatan yang telah lama dinantikan para peserta.

“Ini acara yang sudah lama kalian nantikan. Saya ikut bahagia melihat semangat anak-anak hari ini yang begitu luar biasa,” ujarnya di hadapan para santri.

Ia menjelaskan, kegiatan hiking bukan sekadar perjalanan biasa, melainkan sarana pendidikan yang melatih kekuatan fisik, mental, kedisiplinan, serta kerja sama antarpeserta. Selain itu, di setiap pos perjalanan telah disiapkan berbagai materi dan tantangan yang harus diikuti dengan sungguh-sungguh oleh para santri.

“Kegiatan pagi ini membutuhkan energi dan fisik yang kuat. Di setiap pos ada materi yang harus diikuti dengan serius,” kata Taufiq Hidayat.

Dalam arahannya, ia juga menyampaikan pesan pimpinan pondok pesantren agar seluruh peserta dan pembina selalu berhati-hati selama kegiatan berlangsung. Keselamatan, kekompakan, dan rasa tanggung jawab menjadi hal utama yang harus dijaga bersama.

Lebih lanjut, Taufik Hidayat menilai kegiatan hiking memiliki banyak makna dalam kehidupan para santri. Melalui kegiatan tersebut, para peserta diajak memahami arti perjuangan, semangat, dan pentingnya kerja sama dalam mencapai tujuan.

“Hiking ini mengajarkan kita bahwa hidup adalah perjuangan. Harus ada semangat, kebersamaan, dan saling membantu. Dari sini kita belajar memperkuat ukhuwah,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan para santri agar senantiasa menjaga adab dan etika selama kegiatan berlangsung. Menurutnya, identitas seorang santri tidak hanya terlihat dari pakaian, tetapi juga dari sikap dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari. (Tim Redaksi)